
#fridaychallenge
Tantangan "membuat cerita karya sendiri"
Judul : "Rendy si penggenap"
Hari ini sekolah ku mengadakan perkemahan ke gunung. Semua murid berantusias mengikuti kegiatan ini termasuk jg aku . "ayo anak anak berkumpul kita akan segera membagikan kelompok ." ucap pak raka penanggung jawab kegiatan ini.
Tapi aku mendapat kan kelompok yang terakhir. Yang hanya berisi 5 anak guru guru sempat memperdebatkan hal ini tapi aku tak tau mengapa, aku malah senang. " hah? Asik banget gue sekelompok sama lo lo semua hahaha" ucap ku gembira pada andien, rara, kiki dan dimas . "iya yaa sya asik deh kita" . Hmmm sebentar lagi kegiatan akan di mulai ya kegiatan pling seru menjelajah hutan, jadi setiap kelomelpok harus mengambil bendera sesuai warna kelompoknya yang tersebar di hutan .
Penjelajahan dimulai... Satu demi satu bendera telah terkumpul di tangan kiki si ketua kelompok . Sampai di pos ke 6.. Jauh kelompok ku berjalan Entah kemana kami berjalan menyusuri hutan tak ada tanda tanda pos bendera di sekitar sini. "kikiii kayanya kita tersesat deh" kata andien mulai ketakutan . "tenang dien, jangan panik dulu" jawab kiki. Sebenernya aku juga mulai takut tapi aku diam saja.
Aku rasa kami semakin tersesat, dan banyak tanah kini mulai jatuh menurun . Ah tidak... longsor rupanya .
semua jadi gelap . Ku buka mataku perlahan sesosok pria telah berada di hadapanku sekarang, ku lihat kondisi tubuhku sungguh mengenaskan, aku kotor penuh lumpur badanku juga banyak yang luka mungkin tergores ranting tanaman saat longsor tadi. Dan pria ini.. Kondisinya tak jauh beda
Denganku. " lo pingsan gara gara longsor tadi" ucap pria itu. "dan itu temen temen lo, mereka nungguin lo sadar daritadi" sambungnya .
Aku masih bingung dengan apa yang terjadi tadi kepalaku masih terlalu pusing untuk mengingatnya, "lo siapa?" tanyaku, "oh gue radit, lo tasya kan? Gua juga tersesat tiga temen gua gatau kemana" jawabnya singkat, aku hanya mengangguk sedikit .
Akhirnya kami berlima dengan rendy memutuskan untuk menuruni gunung ini siapa tau di lereng gunung ada pedesaan.
Di perjalanan entah mengapa aku seperti termagnet oleh rendy, dia memang pemalu tetapi cukup banyak obrolan kami berdua . Aku rasa aku tau rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama aku rasa aku telah jatuh hati pada rendy. "tasya, nanti kalau warga desa nanyain aku bilang aja ya aku masih di atas" ucap raka seketika. Ah mungkin raka bercanda jadi aku hanya tertawa kecil saja
Akhirnya kami menemukan sebuah pedesaan . Tapi aku heran kenapa warga desa disini melihat kami seperti hantu? Hmm mungkin karena kami kotor. "kalian berlima?" kata salah satu warga desa, " ga ko pak kita berenam" tegasku tapi aku lihat memang hanya berlima. Hah? Rendy ? Kemana dia? Aku mencari cari tapi dia sunggu tak ada .
"ade cari rendy ya?" Ucap seorang warga tadi, "iya ko bapa tau? . Bapa tadi hanya tersenyum , sungguh sangat membingungkan buatku . "tadi dia blng apa ke kamu de?" tanya bapa itu. "apa ya tadi seinget aku dia bilang kalau dia masih di atas pak tapi kayanya dia bercanda" jawabku. "kita semua udah cari dia de tapi dia ga pernah ketemu waktu itu dia kena longsor juga de, kalau tiga temen nya yang lain sih udah ditemuin. Dia itu kata warga desa sini di panggil penggenap kalau ada pendaki yang jumlah nya ganjil dia pasti ikut jadi penggenap nya, dia itu pengen di ketemuin . Makanya kita kaget kalian berlima" kata bapa itu .
Sulit mencerna perkataan bapa tadi, setelah lama berpikir aku mengerti jadi rendy sudah.... Aku kaget dan sedih, "ren semoga kamu cepat di temukan supaya kamu bisa tenang :)" .
